Cara mengembalikan keperawanan

Cara Mengembalikan Keperawanan Tanpa Operasi Perawan – Pasti Banyak Yang Bertanya Benarkah ada cara semacam itu.?? Anda sendiri mungkin sudah terlanjur sangsi dan menganggap ini sebagai sebuah sensasi semata. Di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang masih menggenggam stigma tentang keperawanan, sebagian kaum perempuan tersudutkan. Banyak orang yang beranggapan bahwa perempuan yang sudah tak perawan adalah makhkluk-makhluk tak suci dan pasti berperangai buruk. Bukan cuma kaum lelaki yang punya pandangan semacam itu. Banyak juga kaum perempuan yang memvonis orang yang tak perawan dan selalu membingkainya dalam pandangan negatif. Namun kita di sini sedang tak bicara soal moralitas, persepsi, dan segala hal carut marut terkait keperawanan. Yang akan dibahas kali ini adalah jawaban mengenai benarkan keperawanan bisa dikembalikan tanpa menjalani operasi.

operasi+keperawanan

Solusi Operasi dan Dampak Operasi Selaput Dara

Operasi sebagai metode untuk mengembalikan keperawanan sudah dikenal sejak waktu lama. Dari dulu, kaum perempuan menginginkan organ vitalnya yang kembali rapat dan sama persis ketika mereka remaja dulu. Metode operasi dipilih karena konon ditangani oleh para pakar yang paham betul seluk beluk soal mengembalikan kekencangan otot-otot organ vital, serta mengoptimalkan hasilnya. Dengan adanya jaminan dari pakar dan tenaga medis, wajarlah jika kaum perempuan memprioritaskan metode ini. Sementara itu, rata-rata tawaran solusi yang direkomendasikan tentu saja dengan cara operasi pengembalian keperawanan adapun solusi lain yang lebih cepat mudah dan efesien dengan menggunakan selaput darah buatan, Jika anda penasaran dengan produk selaput darah buatan dan berkeinginan membelinya, maka silahkan kunjungi http://selaputdarahbuatan.org

Sekilas memang tak ada masalah dengan tawaran metode operasi mengembalikan keperawanan tersebut. Bisa dipahami juga bahwa sebagian kaum perempuan tertarik dengan metode yang ditawarkan itu. Persepsi masyarakat pada umumnya pun cenderung positif jika sudah disangkutpautkan dengan tenaga medis atau para pakar profesional. Tetapi, tidak pernah ada jaminan bahwa seratus persen metode itu akan berhasil pada setiap perempuan yang menjalaninya. Maksudnya, metode itu mungkin berhasil dan sesuai harapan. Kerapatan organ vital, otot-otot yang kembali seperti masa gadis dulu, dan sebagainya. Namun tetap saja hasil tersebut diperoleh dari sebuah metode yang diterapkan dengan cara “paksaan” menggunakan peralatan-peralatan medis.

Konsekuensinya adalah sejumlah dampak yang bisa berpengaruh secara negatif pada wanita yang menjalaninya. Hal ini bukanlah untuk menakut-nakuti. Faktanya, setiap tindakan medis, khususnya pembedahan atau operasi selalu menimbulkan sejumlah pertanyaan baru. Anda sendiri pasti heran, operasi semacam apakah yang konon bisa mengembalikan keperawanan seorang perempuan itu? Mari kita uraikan sedikit penjelasan perihak teknik operasinya.

Sekilas Perihal Operasi Mengembalikan Keperawanan

Yang dimaksud sebagai operasi mengembalikan keperawanan ialah merekonstruksi selaput dara seorang perempuan agar kembali terlihat seperti perawan. Saat pertama kali melakukan hubungan intim, selaput dara itu robek atau rusak secara alami. Nah, teknik operasi ini adalah mencoba merekatkan kembali selaput dara yang telah rusak sehingga diharapkan bisa kembali sama persis saat masih perawan. Apakah hal ini mungkin? Berdasarkan sejumlah pengalaman dari para pakar medis dan yang pernah menjalaninya, hasilnya memang cukup memuaskan.

Operasi ini dilakukan dalam rangkaian metode yang tak terlalu panjang. Durasinya bisa sekitar satu jam. Prosenya diterapkan dengan bius lokal yang ditindaklanjuti dengan pembedahan dan penyusunan kembali syaraf-syaraf di area organ vital. Masa paska operasi bisa mencapai waktu kurang lebih enam minggu. Sementara hasilnya sendiri baru boleh dibuktikan ketika sudah mencapai empat bulan sejak operasi. Cenderung sangat lama namun hasilnya sebenarnya lumayan. Tapi Anda sendiri pasti paham bahwa tidak setiap perempuan punya kesiapan mental dan fisik dalam menjalani metode pembedahan. Walau ini tergolong sebagai operasi ringan dengan bius lokal, tetap saja ada risiko tertentu.

Selain itu, biaya untuk sekali operasi jelas sangat mahal. Anggaran yang wajib disiapkan sekurang-kuranya 12 juta dan bisa lebih besar lagi. Nah, pertanyaannya adalah apakah metode operasi ini bisa dijalani di Indonesia? Ternyata untuk menjalani operasi ini dengan hasil optimal, disarankan untuk melakukannya di luar negeri seperti Singapura. Sudah harus bayar biaya operasi, masih diwajibkan untuk segala pembiayaan akomodasi perjalanan, penginapan, dan sebagainya. Sangat ribet dan pastinya akan membuat seseorang berpikir berkali-kali lipat karena faktor biaya. Alhasil, metode operasi pun seringkali cuma jadi wacana dan belum tentu akan diambil oleh seorang perempuan yang sedang menginginkan keperawanannya kembali.

Kembalikan Keperawanan Dengan Metode Tradisional

Bertolak dari sejumlah kenyataan di atas, perempuan yang menginginkan keperawanannya kembali pasti berpikir panjang. Selain faktor biaya yang sangat memberatkan, sejumlah konsekuensi atau risiko pun menanti. Untungnya, tradisi nenek moyang kita selalu mewariskan berbagai hal yang bisa dipetik manfaatnya. Termasuk pelbagai metode tradisional yang kabarnya bisa membantu mengembalikan keperawanan seorang perempuan. Metode ini dijalankan secara alami dan tak perlu melakukan teknik operasi yang bagi sebagian perempuan terasa menakutkan. Metode tradisional ini pun terdiri dari sejumlah pilihan yang kiranya masing-masing bisa dipertimbangkan dari kenyamanan.

Pilihan metode tradisional yang cukup beragam inilah yang menimbulkan harapan bagi kaum perempuan untuk mengembalikan kekencangan otot-otot organ vital mereka. Penerapannya pun sangat praktis dan terbukti aman. Tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan, baik selama menerapkannya atau setelah menjalani metode tradisional tersebut.

Metode tradisional diterapkan sebagai hasil dari perpaduan beragam olahan alami dan tradisional. Bahkan beberapa metode tradisional sudah diakui secara ilmiah melalui serangkaian penelitian dan pembuktian. Kenyataan itulah yang seharusnya dipahami oleh para perempuan dan tidak menyurutkan harapan mereka untuk mengembalikan keperawanan. Proses yang aman, cepat, serta ditunjang oleh ramuan-ramuan terbaik warisan dari kekayaan tradisi. Hal-hal itulah yang membedakan metode tradisional dari cara klinis yang cenderung berisiko tinggi.